Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Brown Berdalih, Tim Investigasi Perang Irak Gagal Dibentuk

Posted by infosyiah pada 1, Maret 19, 2008

Brown Berdalih, Tim Investigasi Perang Irak Gagal Dibentuk

Gordon Brown, Perdana Menteri Inggris menilai pembentukan tim investigasi perang Irak tidak tepat. Pernyataannya itu disampaikan dalam peringatan lima tahun agresi Amerika dan Inggris di Irak. Lima tahun lalu, Tony Blair, mantan Perdana Menteri Inggris tetap bersikeras mengikuti aksi militer sepihak Amerika menyerang dan menduduki Irak, sekalipun opini umum dan bahkan rekan separtainya menentang keras aksi itu. Tidak berbeda dengan alasan yang dikemukakan George W. Bush, Presiden Amerika, ternyata alasan bohong Blair terbongkar tidak lebih dari setahun.

Sebelum mengagresi Irak, Bush dan kabinetnya beralasan bahwa di Irak ada senjata pembunuh massal dah Rezim Saddam punya hubungan dengan kelompok Al Qaedah. Dalam laporannya kepada Majelis Rendah Inggris, dengan bersandarkan pada dokumen dari lembaga-lembaga intelijen dan keamanan Inggris, Blair mengklaim bahwa Rezim Saddam punya kemampuan menggunakan senjata destruktif massal hanya dalam waktu satu jam. Terbongkarnya kebohongan Bush dan Blair membuat tekanan dan kritikan terhadap Blair semakin menguat. Dampak dari tekanan itu dapat dilihat dari pengunduran diri beberapa anggota dan penasihat Blair. Namun tampaknya Blair tidak rela begitu saja melepaskan jabatannya di pertengahan jalan sebagai Perdana Menteri Inggris yang telah dijabatnya selama tiga kali berturut-turut. Tapi akhirnya Blair terpaksa meninggalkan Gedung Downing Street Nomor 10 dengan menyisakan keguncangan di tubuh Partai Buruh.

Gordon Brown yang sebelumnya adalah Menteri Keuangan di masa Tony Blair yang kemudian diangkat menjadi Perdana Menteri menggantikan Blair. Tugas utamanya adalah mengangkat kembali pamor Partai Buruh. Langkah pertama yang dilakukan adalah merevisi politik Inggris yang selalu mengekor politik luar negeri Amerika. Langkah ini dibuktikan dengan menarik sebagian anggota pasukan Inggris dari Irak dan bahkan menyerahkan kontrol keamanan Basrah kepada pemerintah Irak. Namun perkiraan Brown ternyata meleset karena, langkah yang telah ditempuh Brown ini ternyata tidak menyurutkan kelompok-kelompok anti perang yang selama ini menuntut dibentuknya tim investigasi.

Perdana Menteri Inggris tahu betul dampak pembentukan tim investigasi perang Irak. Karena itu berarti meningkatnya kecaman terhadap politik agresi Amerika dan Inggris. Agresi Irak punya alasan memerangi teroris dan memusnahkan senjata pemusnah massal. Tapi pendudukan Irak selama lima tahun telah membunuh hampir satu juta warga Irak. Jumlah itu ratusan kali lipat dari korban yang tewas dalam peristiwa 11 September.

Benar, dalam pernyataannya Gordon Brown tidak menentang secara langsung pembentukan tim investigasi perang Irak, karena itu akan membuat nasibnya bakal sama dengan Tony Blair. Pembentukan tim investigasi juga punya efek negatif bagi posisi Partai Buruh. Oleh karenanya, Brown mengambil jalan tengah untuk menyelamatkan diri dan partainya. Dari satu sisi, dia mengajak agar Inggris mengambil pelajaran dari perang Irak, dan dari sisi lain dia menilai pembentukan tim investigasi tidak tepat.[infosyiah]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: