Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Swiss Beli Gas Iran, AS Tuduh Langgar Sanksi DK PBB

Posted by infosyiah pada 1, Maret 21, 2008

Swiss Beli Gas Iran, AS Tuduh Langgar Sanksi DK PBB

Lawatan Menteri Luar Negeri Swiss, Micheline Calmy-Rey membuat geram para pejabat Gedung Putih. Karena misi Calmy-Rey sukses menandatangani nota kesepahaman penjualan gas Irak ke Swiss. Washington mengeluarkan pernyataan dan menyebut Swiss melanggar Resolusi 1803 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Dalam pernyataan yang dibacakan di Kedutaan Besar AS di Swiss disebutkan, kesepakatan tersebut berakibat Washington dingin dan sanksi terhadap Iran bakal melemah. Namun para pejabat Gedung Putih tetap akan mengajak Swiss melanjutkan politik anti-Iran guna menekan negara kaum mulla ini.

Mengetahui pernyataan Gedung Gedung Putih, Micheline Calmy-Rey, Menteri Luar Negeri Swiss kontan angkat suara membela politik luar negerinya dan menegaskan negaranya tetap mempertahankan perluasan hubungannya dengan Iran. Dengan tegas Calmy-Rey menyatakan, Swiss tidak membutuhkan izin Amerika guna menjamin kepentingan nasionalnya. Ditambahkannya, Swiss adalah negara independen dan pasti melindungi kepentingan strategisnya. Kunjungan Menlu Swiss di Tehran dilakukan pada masa di mana Amerika tengah mencari dukungan negara-negara dunia guna mengisolasi Iran dengan melaksanakan Resolusi 1803 DK PBB. Sekitar dua Minggu lalu Amerika berhasil menekan DK PBB meratifikasi Resolusi 1803 yang memberi sanksi lebih berat ke atas Iran.

Lawatan Calmy-Rey ke Iran sejatinya membawa pesan politik serius kepada Washington. Calmy-Rey bermaksud menyadarkan AS yang masih berkhayal bahwa Uni Eropa masih sejalan dengan seluruh politik anti-Iran nya. Kunjungan ini menunjukkan bahwa apa yang dikhayalkan AS itu sangat jauh dengan kenyataan yang ada.

Menarik menganalisa pernyataan Gedung Putih dan sikap tegas Calmy-Rey. Amerika hanya mampu menuduh bahwa apa yang dilakukan oleh Swiss melanggar Resolusi DK PBB, sementara Calmy-Rey dengan mantap menjawab, apa yang dilakukannya sesuai dengan kepentingan nasionalnya. Dan untuk menjamin itu, Swiss menyatakan akan membela kepentingan nasional dan strategisnya. Calmy-Rey sekaligus menampar wajah Amerika yang gemar ikut campur urusan dalam negeri negara lain dengan menyatakan bahwa untuk menjamin kepentingan nasionalnya, Swiss tidak perlu meminta izin AS. Menlu Swiss juga mengingatkan AS bahwa bila ada sebagian negara Eropa yang ikut menjatuhkan sanksi terhadap Iran lewat DK PBB, tapi itu tidak bermakna persetujuan seluruh politik AS.

Selama empat tahun belakangan ini, Uni Eropa (UE) punya hubungan yang semakin luas dengan Tehran. UE juga siap melakukan dialog dengan Tehran terkait isu nuklir sipil Iran. Politik ini tercermin dari antusias Javier Solana, Ketua Kebijakan Luar Negeri Eropa melakukan perundingan dengan Tehran. Solana juga menegaskan perlunya tindak lanjut kerja sama Iran dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) guna penyelesaian masalah nuklir sipil Iran. Sementara AS selalu berusaha merusak kerja sama ini. Namun sampai saat ini, AS belum berhasil meraih tujuan yang diinginkannya. Terlepas dari semua itu, kesepakatan terbaru Iran-Swiss merujuk pada satu kenyataan, kegagalan politik unilaterisme AS yang anti-Iran. Cepat atau lambat, hal ini harus disadari oleh Amerika![infosyiah]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: