Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Tibet, PR Cina Yang Tak Kunjung Selesai

Posted by infosyiah pada 1, Maret 22, 2008

Tibet, PR Cina Yang Tak Kunjung Selesai

Sekitar dua pekan lalu, terjadi guncangan hebat di Cina. Bukan gempa bumi yang terjadi, tetapi kerusuhan lah yang mengguncang negeri tirai bambu itu. Tibet, bagai terpanggang dalam api, ketika aksi demo massa dihadapi dengan tangan besi oleh tentara Cina. Korban pun berjatuhan. Pemerintah Cina menyebutkan angka belasan orang tewas, sementara sumber lain menyebutkan angka tiga puluhan. Di pengasingan, pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama mengatakan, “80 orang tewas dalam kerusuhan .”

Ketegangan belum reda, ketika Dalai Lama melakukan pertemuan dengan pejabat tinggi sejumlah negara, termasuk AS dan Inggris. Cina pun sedikit banyak dicerca karena dianggap salah membantai para demonstran. Beijing membela diri dan menolak tudingan pelanggaran HAM. Lebih lanjut Cina meminta negara-negara di seluruh dunia untuk tidak mendukung Pemimpin Tibet di pengasingan, Dalai Lama. Alasannya, Dalai Lama adalah pemimpin pemberontakan dan kelompok separatis yang ingin memisahkan diri dari Cina. Dan dialah biang dari kerusuhan terakhir di Tibet. Beijing mengingatkan masyarakat dunia untuk menghargai kedaulatan negara ini dan menyadari posisi Cina.

Kerusuhan Tibet sendiri bermula dari aksi demo yang digelar warga Tibet memperingati 49 tahun kebangkitan rakyat Tibet untuk memisahkan diri dari Cina. Demo yang berlangsung di Lhasa itu dibarengi dengan tuntutan agar Beijing mengakhiri apa yang mereka sebut pendudukan atas Tibet. Kerusuhan terjadi ketika polisi anti huru-hara terjun ke medan untuk membubarkan massa. Pentungan pun diayunkan dan gas air mata dilemparkan di arah kerumunan demonstran. Saksi mata mengaku melihat polisi menembakkan timah panas dari senapan langsung ke arah massa. Dalai Lama mengklaim korban tewas lebih dari 80 orang dengan sekitar seratusan orang cedera. Dunia gempar dan Cina kembali dituding melanggar HAM. Negara-negara Eropa, Amerika Serikat (AS), Jepang, Australia dan beberapa negara lain, mendesak Cina bersikap lebih lunak terhadap umat Buddha Tibet. Tibet dengan luas wilayah 1,5 juta kilometer persegi pertama kali dikuasai Cina pada tahun 1951. Tahun 1959, rakyat Tibet bangkit menuntut kemerdekaan. Gerakan rakyat itu ditumpas dengan brutal, sebab Tibet di mata Beijing adalah bagian dari kedaulatan Cina yang tak boleh dibiarkan lepas.

Kerusuhan di Tibet adalah dilema besar bagi Cina mengingat kawasan ini adalah wilayah yang indah dan punya daya wisata yang tinggi. Kerusuhan dan ketegangan jelas akan berdampak buruk bagi industri pariwisata di daerah ini. Namun ada yang lebih penting dari itu. Cina khawatir, jika krisis Tibet tak teratasi, kredebilitas Cina dapat tercoreng, mengingat negara ini sedang mempersiapkan diri menjadi tuan rumah Olimpiade 2008. Mau tak mau Cina harus dapat mengendalikan krisis ini. Tak heran jika Cina lantas meminta masyarakat dunia tak mendukung Dalai Lama, pemimpin spiritual Tibet.[infosyiah]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: