Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Irak, Lima Tahun Di Bawah Pendudukan AS

Posted by infosyiah pada 1, Maret 23, 2008

Irak, Lima Tahun Di Bawah Pendudukan AS

Lima tahun telah berlalu sejak Amerika Serikat (AS) dan sekutu dekatnya Inggris bersama sejumlah negara lainnya menginvasi Irak, Maret 2003. Perang tak berimbang itu tak bertahan lama dan berakhir dengan jatuhnya rezim Baath pimpinan Saddam Hossein. Perang dinyatakan selesai dan AS dengan pongahnya menepuk dada sebagai pemenang. Irak pun diduduki setelah Washington mengutus Jay Garner ke Baghdad sebagai penguasa militer. Sekitar 150 ribu tentara dibantu ribuan tentara lain dari negara-negara sekutu bercokol di Irak. Kedaulatan Irak sebagai bangsa dan negeri dengan peradaban kuno praktis terampas.

Apa yang dihasilkan oleh perang AS atas Irak? Jawabannya adalah kehancuran di mana-mana, pembantaian warga sipil yang terus menerus terjadi, aksi terorisme yang semakin marak, menjamurnya jaringan teror di sana, dan singkatnya, kemalangan yang tak kunjung berakhir bagi rakyat Irak. Itulah fakta yang sebenarnya terjadi di Irak. AS tak pernah datang membawa hadiah demokrasi, kebebasan, dan kesejahteraan seperti yang didendangkan George W Bush dan para kroninya saat menabuh genderang perang.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri Rusia Mikhail Kamynin mengeritik kondisi Irak yang disebutnya sebagai berbahaya setelah lima tahun pendudukan AS atas negeri itu. Kamynin mengatakan, perang Irak telah menelan korban lebih dari 300 ribu warga Irak tewas dan sekitar dua setengah juta lainnya terlantar. Mengenai kondisi Irak pasca lima tahun pendudukan, Presiden Irak Jalal Talabani menyatakan bahwa perang telah menghadiahkan kekerasan dan terorisme. Masih banyak lagi komentar disampaikan oleh sejumlah tokoh dan pemimpin dunia memperingati lima tahun perang Irak.

Yang paling menarik mungkin pernyataan Senator AS dari kubu Republik, Chuck Hagel yang mengecam agresi AS ke Irak. Katanya lagi, “Dunia dan opini umum kelak akan menyebut kegagalan AS di Irak sebagai satu dari lima faktor hancurnya negara ini. Dalam bukunya, “America: Our Next Chapter,” Hagel menyebut pendudukan Irak sebagai langkah keliru dan bukti akan tabiat ekspansionisme pemerintahan Bush.

Peringatan lima tahun perang Irak diramaikan dengan aksi demo besar-besaran di sejumlah kota besar AS seperti, Chicago, Miami, New York, Washington, dan San Fransisco. Bagi rakyat AS, perang Irak bukan hanya telah menjatuhkan korban relatif banyak di barisan tentara AS, tetapi juga telah menguras kas negara dalam jumlah yang sangat besar. Sementara di Irak, kondisi semakin buruk dan keadaan rakyat di sana kian menyedihkan. Angka pengangguran melambung tinggi sedangkan proses rekonstruksi seakan hanya berjalan di tempat. Puluhan ribu warga ditangkap hanya karena sedikit kecurigaan tentara AS terhadap mereka. Sedangkan yang tewas akibat terjangan peluru tentara AS dan korban ledakan bom, sudah tak terhitung. Tak jelas, apa yang bakal terjadi esok di Irak. Rakyat Irak menantikan datangkan mentari kehidupan baru yang penuh harapan.[infosyiah]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: