Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Muhtashami: Pejuang Hizbullah Lebih Hebat dari Guru Iran-nya

Posted by infosyiah pada 1, Maret 24, 2008

Muhtashami: Pejuang Hizbullah Lebih Hebat dari Guru Iran-nya

Soal: Ada dua alasan sebab-sebab pemicu perang antara Libanon dan Israel; sebagian berpendapat bahwa perang bermula ketika Hizbullah menawan dua tentara Israel, sementara yang lain menganggap bahwa perang ini sudah dipersiapkan semenjak Israel terusir dari Libanon Selatan pada tahun 2000. Sejak itu Israel senantiasa bersiap diri untuk menyerang Libanon. Apa pendapat Anda mengenai kapan bermula dan apa pemicu perang ini?

Jawab: Melihat kondisi lahiriahnya, perang Libanon-Israel bermula pada hari Rabu sekitar 20-an hari yang lalu. Namun, bila melihat pada usaha yang dilakukan oleh Israel, maka perang ini kembali pada waktu yang lama.

Soal: Pada kenyataannya, Anda memilih pandangan kedua. Betulkah?

Jawab: Benar! Dan saya berkeyakinan bahwa Amerika memiliki peran yang sangat kuat dalam menciptakan kondisi ini. Tentu saja tanpa melupakan bahwa para petinggi Israelpun setuju dengan agresi ini.

Soal: Alasan dan faktor-faktor apa saja hingga membuat Anda beralasan demikian?

Jawab: Untuk melihat masalah ini, kita perlu kembali melihat resolusi PBB bernomor 1559. Resolusi PBB tersebut memiliki beberapa pasal yang berbeda-beda. Sebagian terkait dengan Syiria dan sebagian lainnya berhubungan dengan Libanon. Dan pasal keduanya, yang terkait dengan Libanon, obyeknya adalah pelucutan senjata terhadap Hizbullah dan kelompok-kelompok perlawanan Palestina.

Soal: Apakah teror terhadap PM Rafiq Hariri juga bagian dari rencana tersebut?

Jawab: Teror terhadap Rafiq Hariri justru semakin mempertegas masalah ini. Kita dapat melihat bagaimana kondisi setelah teror Rafiq Hariri itu terjadi, Syiria kemudian keluar dari Libanon. Dengan keluarnya Syiria dari Libanon itu, maka sebagian dari resolusi PBB telah dilaksanakan, yang tertinggal adalah masalah pelucutan senjata Hizbullah. Dan perlu saya tekankan disini bagaimana proses dan aksi-aksi politik protes di dalam negeri Libanon menolak atas pelucutan senjata Hizbullah bahkan lebih dari itu, menganggap hal itu sebagai tindakan campur tangan asing. Setelah itu ada beberapa kejadian penting yang terjadi di Libanon, di antaranya adalah pengunduran diri Umar Karami dalam pemilihan Perdana Menteri yang tengah berjalan. Tekanan Amerika dalam proses pemilihan tersebut menghasilkan pengunduran Umar Karami dan fraksi-fraksi pro Amerika berhasil menguasai sebagian besar kursi di Parlemen. Dengan demikian Amerika beranggapan dengan keberhasilannya di medan politik ini, mereka dapat melakukan apa saja, salah satunya adalah usaha mengisolir dan melucuti persenjataan Hizbullah. Namun, mereka salah prediksi karena iklim politik di Libanon justru mendukung Hizbullah bahkan dari kalangan Kristenpun memberikan dukungan sepenuhnya kepada Hizbullah. Dukungan dari berbagai pihak membuat misi Amerika untuk kesekian kalinya gagal. Tentunya, tanpa melupakan kepiawaian dan kebijakan Sayyid Hasan Nasrullah yang dengan cerdik melakukan manuver politik mencari dukungan. Pada intinya adalah usaha Amerika dan negara-negara pro Israel gagal total. Untuk itu, mereka menyiapkan game lain dan itu adalah dengan memaksakan perang yang tidak seimbang terhadap Hizbullah. Tujuan mereka adalah menekan semua fraksi dengan harapan Amerika bisa melemahkan dukungan rakyat Libanon terhadap Hizbullah lalu memaksa Hizbullah meletakkan senjata. Dengan alasan inilah kita lihat bagaimana serangan yang dilakukan oleh Israel dengan volume yang sangat tinggi ini, menunjukkan bahwa perang terpaksa ini telah disiapkan sejak lama.

Soal: Dengan kata lain, apakah Anda tidak mempunyai keyakinan bahwa pada saat Hizbullah menawan dua tentara Israel bukankah malam itu perang dimulai?

Jawab: Benar! Pasti itu. Keputusan untuk berperang bukanlah keputusan yang diambil sesaat atau sehari, mereka harus menyiapkan pasukan untuk melakukan manuver (latihan perang) memerlukan sekurang-kurangnya beberapa bulan. Bagaimana mungkin keputusan perang ini diambil dalam waktu sehari dengan menyertakan sistem militer penuh dalam rangka perang yang sebenarnya. Tentunya mereka yang berkecimpung dalam dunia militer lebih mengetahui masalah ini. Keputusan sehari untuk mengerahkan kekuatan angkatan darat, laut dan udara tidak mungkin dapat disiapkan dalam waktu sehari. Dengan demikian, Israel dengan dibantu oleh Amerika telah melakukan rencana agresi tersebut jauh sebelum kasus penangkapan dua tentara Israel di Libanon.

Soal: Mengapa Amerika ikut andil dalam perang ini? Bukankah perang ini hanya terbatas pada Libanon dan Palestina?

Jawab: Selama ini semua rencana dan tujuan yang hendak dicapai oleh Amerika di Timur Tengah selalu menemui kegagalan. Dan, tentunya ini berdampak pada opini umum masyarakat Amerika sendiri dan kesulitan Amerika untuk menjawab pertanyaan kegagalan demi kegagalan ini. Intinya adalah Amerika tidak berhasil memuaskan publik Amerika dengan petualangannya di Timur Tengah baik itu di Afghanistan di Irak begitu juga di Afrika, Somalia dan Sudan, tujuan Amerika selalunya gagal. Karena kenyataan ini, Gedung Putih selalu mendapat kritikan dari masyarakat Amerika sendiri. Kondisi yang demikian ini membuat posisi Bush dan partai Republik tertekan. Nah, untuk keluar dari tekanan dan kritikan ini, dimulailah rencana untuk mengubah tatanan politik di Timur Tengah dan mengusulkan Timur Tengah Baru.

Soal: Dulu pernah terjadi perang antara Israel dan negara-negara Arab, pada waktu itu Israel dengan waktu yang sangat singkat dapat memenangkan peperangan, sementara pada perang antara Israel dan Hizbullah, Israel belum juga meraih kemenangan. Apakah ini menunjukkan Israel semakin melemah ataukah Hizbullah lebih tangguh dari negara-negara Arab?

Jawab: Saya tidak mengatakan bahwa Hizbullah lebih kuat dari pasukan negara-negara Arab pada perang waktu itu, juga tidak menilai bahwa Israel telah melemah. Pada tahun 1967 Gamal Abdul Naser memimpin pasukan negara-negara Arab, pasukan negara-negara Arab pada masa itu sangat kuat, baik dari sisi angkatan darat, laut maupun udara. Israel juga tidak semakin melemah. Bahkan kekuatan militer Israel saat ini lebih perkasa dari semua pasukan negara-negara Arab, dan untuk menghadapi Timur Tengah secara keseluruhanpun Israel telah siap, mereka memiliki senjata-senjata yang canggih dari Amerika dan salah satunya adalah rudal Patriot yang saat ini dipakai juga dalam perang.

Soal: Lantas, mengapa perang berkepanjangan?

Jawab: Hizbullah dengan segala kekuatannya telah berhasil mencapai suatu tahapan dalam perang gerilya yang belum dicapai oleh pergerakan manapun dalam menghadapi Israel. Dulu, pejuang-pejuang Palestina adalah contoh bagaimana organisasi pembebasan di Palestina menghadapi Israel. Pada tahun 1982 lebih dari tiga puluh gerilyawan menjadi martir namun mereka tidak mampu menghadapi Israel. Saat ini, Hizbullah telah mencapai puncak kematangan perjuangan dalam menghadapi agresor Israel.

Soal: Persenjataan apa saja yang dimiliki oleh Hizbullah sehingga dapat mencapai kondisi sekarang ini?

Jawab: Hizbulah mempersenjatai dirinya dengan dua senjata. Satu, senjata lahiriah berupa rudal-rudal yang dimiliki.

Soal: Rudal-rudal seperti apa?

Jawab: Rudal-rudal yang dimiliki oleh Hizbullah dimulai dari Katyusha hingga Zilzal (gempa/guncangan). Rudal yang terakhir ini, dapat mencapai titik sasaran manapun di Israel. Sederhana saja, karena luas Israel adalah 27 ribu kilo meter dengan lebar 1112 dan panjang 200 kilo meter. Rudal Zilzal 2 milik Hizbullah memiliki jarak jelajah hingga 250 kilo meter. Dengan jarak jangkauan yang sedemikian ini, maka tidak ada tempat di Israel yang tidak dapat dijangkau oleh rudal Zilzal 2 ini.

Soal: Lalu Senjata kedua Hizbullah yang Anda katakan itu apa?

Jawab: Keberanian…! Perlu diketahui, sangat mungkin sebagian negara memiliki sebuah senjata canggih namun belum tentu memiliki keberanian untuk mempergunakannya. Hizbullah dari satu sisi memiliki senjata juga sekaligus memiliki keberanian untuk mempergunakannya. Dari sisi keilmuan, Hizbullah memiliki kemampuan untuk memproduksi senjata tersebut sekaligus mempergunakannya. Ini sangat fantastis!

Soal: Dari mana pengetahuan untuk memproduksi senjata itu mereka dapatkan?

Jawab: Sebagian mereka dapatkan dari eksperimen dan sebagian lainnya dari belajar.

Soal: Bagaimana itu.?

Jawab: Sebagian berasal dari pengetahuan yang mereka dapatkan ketika Hizbullah ikut dalam perang Iran-Irak. Dengan kata lain, pasukan khusus Hizbullah yang ada sekarang ini adalah orang-orang yang pernah ikut dalam perang 8 tahun antara Iran-Irak membela Iran. Saat mereka ikut perang itulah secara langsung maupun tidak langsung mereka mempelajari banyak hal.

Soal: Apakah selain ikut langsung ke medan pertempuran mereka juga dilatih secara khusus?

Jawab: Sebagian latihan itu diajarkan di Libanon. Imam Khomeini ra. pada tahun 1982 menentang pengiriman pasukan Iran ke Syiria dan Libanon. Lebih detail lagi, setelah pesawat kelima Iran yang terdiri dari Pasdaran, Basiji, dan Brigade Zul Feqar diturunkan di Libanon, Imam Khomeini ra. menentang pengiriman pasukan ke Libanon dan Syiria. Saya waktu itu berada di Syiria, masyarakat Syiria dan Libanon waktu itu kondisinya sangat mengkhawatirkan, dari keamanan, keselamatan jiwa mereka kalau saja Iran tidak mengirim pasukannya untuk bertempur dengan Israel di sana. Saat saya menemui Imam, dengan penuh perasaan dan semangat saya menanyakan mengapa Imam menentang pengiriman tentara Iran..?. Imam kemudian menenangkan diri saya, sikap Imam waktu menjelaskan sikapnya itu, ibarat seorang yang telah berpengalaman dan mahir dalam dunia kemiliteran. Beliau berkata: “Pasukan yang akan dikirimkan ke medan pertempuran harus ada yang memback up. Yakni, di belakang mereka harus ada pasukan yang kuat yang dapat membantu mereka, bagaimana mungkin kita mengirimkan pasukan ke Syiria dan Libanon sementara jalur untuk memback up mereka adalah Turki dan Irak ?”, kedua negara itu tidak memiliki hubungan yang baik dengan Iran. Irak berada dalam kekuasaan partai Baats sementara Turki adalah sekutu Amerika dan anggota NATO. Beliau kemudian melanjutkan: “Satu-satunya jalan adalah pergilah kalian ke Libanon dan latihlah mereka. Mereka harus kalian perlengkapi dengan kekuatan militer. Dengan demikian mereka dapat mempertahankan negara mereka sendiri dari serangan Israel dan juga mereka dapat memenuhi hak-hak Libanon dan Palestina.” Semenjak itu, sebuah babak baru dimulai. Latihan militer di Libanon dimulai yang akhirnya menciptakan Hizbullah. Kita lihat bahwa setelah 18 tahun, Israel tidak mampu mengalahkan mereka bahkan untuk pertama kalinya mereka mencicipi kekalahannya di Timur Tengah dan keluar dari Libanon dengan malu. Waktu itu Media Massa barat memenuhi semua tempat di Libanon. Kanal-kanal televisi Israel, Jerman, Amerika,… setiap hari aktif mengambil gambar para pengungsi Libanon dan bila mereka temukan ada seorang dari mereka yang membenci Hizbullah, pasti akan mereka tayangkan berulang-ulang. Yang terjadi adalah mereka tidak menemukan seorangpun yang membenci Hizbullah dan Sayyid Hasan Nasrullah. Argumentasinya sangat sederhana, karena nama Hizbullah telah begitu melekat erat di hati masyarakat Libanon. Derajat kecintaan masyarakat Libanon terhadap Hizbullah memaksa partai-partai politik yang ada di Libanon harus memilih diam. Bahkan kelompok paling membenci Hizbullahpun harus tunduk dan mengikuti kebijakan Hizbullah.

Soal: Anda telah menjelaskan dengan jelas tentang masalah pengetahuan militer yang dimiliki Hizbullah yang telah sampai pada kondisi dimana keadaan ini belum pernah dicapai oleh kelompok perjuangan anti Israel manapun, pertanyaannya adalah kemampuan teknologi seperti apa yang dimiliki oleh Hizbullah?

Jawab: Hizbullah telah memiliki pengalaman 18 tahun berperang dengan Israel. Dan ini pengalaman yang luar biasa. Karena itu Hizbullah telah mengenal dengan baik taktik perang Israel. Selama 65 tahun di setiap tempat strategis yang Hizbullah temukan, disana selalu disiapkan berbagai senjata dan dibangun bungker-bungker yang sesuai guna menghadapi kemungkinan serangan Israel. Saat ini, semua tempat di yang di huni oleh petinggi-petinggi Hizbullah telah diratakan dengan tanah oleh Israel. Di Selatan Libanon semua jalan-jalan penghubung telah dirusak dan semua pos-pos penjagaan terdepan rudal Hizbullah telah dimusnahkan oleh Israel. Israel sendiri pada empat hari pertama peperangan telah mengumumkan bahwa sekitar 156 pos terdepan yang diisi oleh rudal-rudal Hizbullah telah mereka ratakan dengan tanah. Tetapi, tidak menunggu waktu yang lama, dari tempat yang rata dengan tanah itu pula Hizbullah menghujani Israel dengan rudal-rudalnya.

Soal: Bagaimana bisa begitu?

Jawab: Karena Hizbullah telah membangun bungker-bungker yang modern dan kuat di dalam gunung yang mampu menahan serangan bom Israel. Salah satu kanal televisi memberitakan bagaimana Israel berhasil meratakan dengan tanah sebuah bungker rudal Hizbullah. Namun setelah tiga kali bungker tersebut di bom, pada hari itu juga keluar sekitar 35 buah rudal dan ditembakkan ke arah Israel dari bungker yang telah dibom tadi. Karena tidak berhasil lewat udara, Israel bermaksud menurunkan kekuatan angkatan daratnya. Perbatasan Libanon dengan Israel adalah daerah segi tiga yang dibatasi oleh Bintul Jubel, Marun ar-Ras dan Ain Tarun. Setidaknya Israel membutuhkan dua pekan untuk mendesak masuk sejauh 5 kilo meter ke tanah Libanon dan berdiam di sana. Dalam perang darat, Israel mengalami kekalahan yang sangat memalukan dan dari sana mereka mundur dan kembali mengulangi lagi serangan udaranya.

Soal: Dari penjelasan Anda dapat diambil kesimpulan bahwa sejak lama kedua belah pihak telah memikirkan bagaimana caranya menghadapi lawan masing-masing?

Jawab: Itu pasti. Israel setelah keluar dengan terhina dari Libanon Selatan bak hewan yang terluka dan ingin memuntahkan racun yang dimilikinya. Hizbullah telah memikirkan itu dan mempersiapkan diri untuk menghadapi peperangan yang lebih besar. Israel tidak menyangka Hizbullah sampai pada kondisi yang ada sekarang ini sehingga menimbulkan kerugian yang sangat besar di pihak Israel. Sekitar 40 % perekonomian Israel lumpuh total.

Soal: Anda tentunya telah mendengar bahwa Hizbullah tidak akan sedemikian kuat tanpa bantuan Iran. Bagaimana pendapat Anda?

Jawab: Benar. Mereka mengatakan bahwa yang berperang bukan Hizbullah tapi pasukan Iran. Amerika dan Israel sengaja mengaburkan kekalahan beruntunnya dengan mengulang isu lama. Benar, bahwa pada awalnya pelatihan militer Hizbullah di Iran dan Libanon yang dilatih oleh Pasdaran Iran. Namun, satu kenyataan yang harus diakui oleh semua bahwa Hizbullah sekarang layaknya seorang murid yang telah mengalahkan gurunya bahkan sudah tidak bisa dibandingkan lagi. Saat ini, Hizbullah telah menegaskan posisinya sebagai kekuatan yang patut diperhitungkan di dunia. Dari sisi pengetahuan, kekuatan dan pengalaman Hizbullah tidak lagi dapat dibandingkan dengan yang lainnya.

Soal: Kapan berakhirnya pelatihan kekuatan Hizbullah oleh Pasdaran Iran?

Jawab: Sampai pada periode di mana saya berada di Syiria dan Libanon. Sekitar 30 periode dan setiap periode diikuti sekitar 300 orang. Saya pikir, setelah itu masih ada periode lanjutan. Hizbullah sekarang berjumlah seratus ribu orang yang dilatih baik secara langsung atau tidak. Pada mulanya, mayoritas mereka yang dilatih adalah para sukarelawan yang kemudian secara praktis ikut dalam perjuangan Hizbullah.

Soal: Bukankah kekuatan Hizbullah yang selalu siap tempur setiap saat hanya sedikit jumlahnya? Apakah Hizbullah sudah berpikir bahwa ketika mereka menawan dua orang Israel, pasti Israel akan melakukan agresi terhadap Libanon?

Jawab: Saya tidak yakin Hizbullah punya anggapan yang seperti itu. Namun saya pikir, Hizbullah pasti telah membayangkan bahwa dengan menawan dua tentara Israel, Israel pasti akan melakukan serangan cepat untuk meringankan bebannya. Setelah serangan itu reda yang ada adalah menukar tawanan dengan mengikutkan negara ketiga untuk melakukan perundingan atau lewat PBB.

Soal: Menurut Anda, apakah kemenangan ini berpihak kepada Hizbullah?

Jawab: Saat ini bukan tempatnya membicarakan bahwa kemenangan berpihak kepada Hizbullah atau kepada Israel. Hizbullah mengumumkan bahwa buat kami perang ini adalah perang antara kehidupan dan kematian, begitu juga Israel, sebagaimana yang disampaikan oleh Simon Perez. Hizbullah yakin bahwa baik mereka menawan dua tentara Israel ataupun tidak, perang pasti akan terjadi. Oleh karenanya, Hizbullah terlebih dahulu menekan Israel dengan menawan dua tentara. Karena dalam perang, pihak yang lebih dahulu melakukan serangan secara moral dan kejiwaan akan berada di atas dan memenangkan peperangan. Jika Hizbullah tidak menawan dua tentara Israel dan kemudian Israel melakukan penyerangan terlebih dahulu, sekalipun Hizbullah lebih kuat secara militer, maka kondisinya akan lain. Saat ini kondisinya adalah Hizbullah memasuki perang murni. Hizbullah muncul sebagai kekuatan militer bagi Libanon dan menyerang Israel. Dengan ditawannya dua tentara dan beberapa pasukannya yang terbunuh dan terluka, Israel tidak lagi berurusan dengan masyarakat sipil. Bila Hizbullah tidak mempersiapkan kekuatan militer jauh-jauh hari secara baik, maka Israel akan masuk menyerang Libanon, menguasai daerah Libanon Selatan dan mendapatkan kembali dua tentara yang ditawan oleh Hizbullah. Akan tetapi, pada kenyataannya Israel berperang bukan untuk melakukan pembebasan tawanan, mereka berperang dengan tujuan yang telah disiapkan terlebih dahulu. Begitulah, ketika Hizbullah membela diri dan menyerang Israel, Israel seperti orang gila dan dengan membabi buta memasuki medan perang. Sampai-sampai pasukan pemelihara perdamaian PBB-pun mereka serang. Saya punya keyakinan bahwa pasukan perdamaian di bawah bendera PBB yang di tempatkan di Lebanon selama ini juga berperan aktif sebagai agen mata-mata Israel, namun pada saat yang sama karena Israel sudah buta hatinya merekapun diserang.

Soal: Anda katakan, kedua belah pihak berkeyakinan bahwa perang ini adalah perang antara hidup dan mati. Bagaimana Anda memperkirakan akhir dari perang ini.?

Jawab: Pada prinsipnya, jika kondisi perang berlanjut seperti yang ada sekarang ini sampai nanti, maka kemungkinan besar kemenangan berada di pihak Hizbullah.

Soal: Dengan kondisi yang ada sekarang ini, mungkinkah ada gencatan senjata?

Jawab: Iya. Bila gencatan senjata diumumkan sementara Israel tidak mampu menguasai sejengkalpun tanah Libanon maka, kemenangan berada di pihak Hizbullah. Karena tidak ada tanah yang dikuasai oleh Israel juga Israel tidak mampu melucuti persenjataan Hizbullah atau menguasai pos-pos penting Hizbullah.

Soal: Apakah Hizbullah akan menyetujui gencatan senjata?

Jawab: Hizbullah telah mengumumkan untuk gencatan senjata dan langsung melakukan perundingan untuk tukar-menukar tawanan. Setelah itu Israel harus mundur dari daerah Syab’a. Saat ini seluruh dunia menyetujui syarat yang telah ditentukan oleh Hizbullah, ini artinya kemenangan buat Hizbullah.

Soal: Dalam perundingan di Roma disebutkan adanya daerah pembatas sekitar 20 kilometer yang akan ditempati oleh pasukan perdamaian dan Hizbullah harus mengosongkan daerah tersebut.

Jawab: Benar, sebagian negara-negara di dunia dan Israel menginginkan adanya kawasan pembatas antara Israel dan Libanon. Kawasan 20 kilometer hingga Nahar Lithoni dan pasukan perdamaian yang telah diperkuat akan menjaga kawasan ini hingga Hizbullah mengosongkan kawasan yang dimaksud.

Soal: Memangnya kehadiran Hizbullah di kawasan ini sangat berpengaruh?

Jawab: Iya sangat berpengaruh.

Soal: Apakah bila Hizbullah mundur dari kawasan tersebut dapat dikatakan telah terjadi pelucutan senjata terhadap Hizbullah?

Jawab: Tidak. Pelucutan senjata yang diinginkan adalah kehadiran Hizbullah di mana saja tanpa senjata. Dengan demikian Hizbullah hanya menjadi partisipan politik di Libanon dan senjatanya harus diserahkan ke militer Libanon.

Soal: Artinya, resolusi nomor 1559 terlaksana?

Jawab: Betul. Namun sampai saat ini tidak seorangpun di Libanon yang berani angkat bicara tentang masalah pelucutan senjata Hizbullah. Dengan demikian, kawasan pembatas yang diusulkan di mana Hizbullah berada di balik Kawasan Nahar Litani tidak bermakna pelucutan senjata. Yang disepakati bahwa di kawasan pembatas itu nantinya akan diisi oleh pasukan perdamaian dan pasukan Libanon. Bila kondisi ini juga disetujui oleh Amerika dan Israel, ini masih termasuk kemunduran mereka.

Soal: Mengapa kemunduran? Bukankah Anda mengatakan bahwa pasukan PBB juga melakukan tugas tambahan sebagai agen Israel. Sementara sesuai dengan perundingan Roma, yang akan mengisi kawasan pembatas adalah pasukan PBB dan tentara Libanon. Apakah bukan sebaliknya sebuah kemunduran bagi Hizbullah karena mereka telah merelakan sepenggal tanah dan kedaulatan mereka?

Jawab: Sampai saat ini, masalah ini belum disepakati oleh Hizbullah. Israel mengklaim bahwa pos-pos pertahanan Hizbullah berada di kawasan ini. Oleh karena itu mereka harus mundur dari kawasan tersebut. Keberadaan Hizbullah di kawasan tersebut memudahkan mereka menembakkan rudal-rudal dengan sasaran Israel. Yang ingin saya katakan adalah seandainya kita terima bahwa Hizbullah menyetujui hal itu dan berada di balik kawasan Nahar Litani dengan memiliki rudal-rudal jarak jauh seperti Ra’d 1 dan 2 bahkan hanya dengan Katyusha mereka dapat menjangkau jarak sekitar 30 kilo meter sasaran di Israel. Bahkan dengan rudal Khabar 1, 2 dan 3 mereka dapat membombardir sasaran hingga 70, 120 dan 250 kilo meter. Apapun bentuk perang yang ada saat ini, bukanlah bentuk yang diinginkan oleh Amerika dan Israel karena yang ada sampai saat ini hanyalah kekalahan mereka.

Soal: Bila memang demikian, mengapa para pemimpin negara-negara Arab tidak membela Hizbullah?

Jawab: Itulah yang patut disayangkan. Sebagian dari negara-negara Arab memiliki kebijakan politik yang searah dengan Amerika. Mereka mengambil sikap negatif terhadap pemerintahan Ismail Haniyah dan Hizbullah. Kebijakan politik Amerika tidak memihak kepada Hamas dan sebagian negara-negara Arab mengambil sikap yang sama. Sementara itu negara-negara seperti Syiria, Sudan, Aljazair dan Libia membela Hizbullah dan menginginkan gencatan senjata secepatnya.

Soal: Ada hal yang menarik sekaitan dengan hubungan Iran dan Hizbullah. Apakah tidak lebih baik jika hubungan antara keduanya tidak transparan lagi, agar tidak ada kesempatan bagi negara lain untuk mencari alibi campur tangan Iran di Libanon. Blak-blakan saja, sejak awal Hizbullah adalah anak maknawi dari Imam Khomeini dan revolusi Islam Iran. Namun harus diyakini bahwa keduanya tidak benar-benar identik. Namun bagaimanapun juga, Iran membantu rakyat Libanon dalam bentuk yang beragam. Dimulai dari pertanian, obat-obatan, jihad pembangunan dan lain-lain. Bantuan ini juga tidak terbatas hanya kepada Syi’ah atau Sunni namun kepada semua rakyat Libanon. Dengan melihat kondisi bahwa logistik dan persenjataan telah terbatas dan jalur-jalur bantuan yang telah dikontrol, Anda melihat masa depan perjuangan Hizbullah seperti apa?

Jawab: Selama rakyat Libanon menginginkan, maka Hizbullah akan tetap berada di sana dan berperang dengan agresor Israel. Sampai saat ini, tidak ada satu kekuatan militerpun yang dapat menjaga seluruh teritorial Libanon. Sebelumnya pun militer Libanon tidak mampu menghadapi Israel. Sebab utama mengapa masyarakat Libanon membela Hizbullah adalah karena Hizbullahlah satu-satunya yang menjaga dan melindungi harga diri dan kehormatan mereka di hadapan Israel. Selama kondisi ini ada, maka pembelaan terhadap Hizbullah akan tetap berlanjut.

Soal: Mengenai kekuatan finansial Hizbullah. Apakah Anda dapat memberikan informasi mengenai pendanaan Hizbullah dari mana, karena kita ketahui mereka tidak mendapat dana dari pemerintah Libanon?

Jawab: Kecintaan terhadap Hizbullah telah menghancurkan sekat-sekat geografis. Banyak orang-orang kaya Saudi Arabia, negara-negara Arab sekitar Teluk Persia, negara-negara Afrika yang berbahasa Arab yang tinggal di Eropa dan Amerika memberikan sumbangan yang lebih besar dari Iran. Dengan perhitungan seperti ini, pendanaan Hizbullah dapat dikatakan internasional. Bahkan lebih dari itu, mereka yang bukan muslimpun, karena kebencian atas arogansi Amerika dan Israel menginginkan agar Hizbullah memenangkan perang ini. Jadi ada yayasan sosial yang tugasnya mengumpulkan sumbangan untuk Hizbullah. Selain itu dari sumbangan tersebut mereka membangun perusahaan-perusahaan profit guna mendanai Hizbullah. Saat ini, Hizbullah mendapat perhatian di mata internasional. Dukungan materi melalui yayasan-yayasan seperti ini digunakan untuk pembangunan pusat-pusat bisnis dan pabrik di berbagai negara.

Soal: Sebagai pertanyaan terakhir, menurut Anda perang akan berlanjut seberapa lama?

Jawab: Sampai Israel merasa putus asa untuk melucuti persenjataan Hizbullah. Saat ini sekitar 60% harapan Israel telah pupus dan hanya tinggal 40%. Itupun karena adanya bantuan Amerika dan harapan dari rudal-rudal mereka. Israel sangat berharap pada perang darat. Dan bila terjadi perang darat maka akan sangat memakan waktu sangat lama karena Hizbullah juga tidak akan mudah menyerahkan teritorialnya kepada Israel.

Soal: Apakah ada kemungkinan Israel menggunakan senjata nuklir atau kimia?

Jawab: Kemungkinan ini sedang dibicarakan. Sampai saat ini, Israel telah mempergunakan senjata kimianya. Namun untuk masalah penggunaan senjata nuklir saya merasa tidak yakin Israel akan menggunakannya. Dengan menutup mata dari masyarakat internasional, yang pertama merasakan kerugian akibat penggunaan senjata nuklir adalah Israel sendiri karena jaraknya yang tidak begitu jauh dari Libanon. Setidak-tidaknya kawasan lingkungan hidup Israel akan terkena radiasi nuklir yang ditembakkan dan memakan waktu lama untuk menghilangkan polusi tersebut. Dengan alasan ini saya merasa merasa sangat jauh sekali Israel akan mempergunakan senjata nuklir. Sementara senjata kimia telah mereka pergunakan dan akan tetap mereka pergunakan. Namun sampai saat ini tidak ada dampaknya terhadap Hizbullah karena bungker-bungker yang dibuat oleh Hizbullah tidak mempan dengan bom-bom yang dilepaskan oleh Israel.

Soal: Bila Israel mempergunakan senjata nuklir, kira-kira apa reaksi Hizbullah?

Jawab: Sangat mungkin sekali, dengan rudal-rudalnya dan senjata yang lebih modern Hizbullah akan memberikan reaksi yang lebih keras lagi. (Saleh L)

Ket: Ali Akbar Muhtashami Pour adalah Sekjen Konferensi Internasional Intifadhah Palestina.[infosyiah]

Sumber: http:www.baztab.com/news/44608.php

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: