Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Ibu Imad Mughniyah: Bergerak dalam Garis Imam Husein as Adalah Rahasia Kekuatan Kami

Posted by infosyiah pada 1, Maret 28, 2008

Ibu Imad Mughniyah: Bergerak dalam Garis Imam Husein as Adalah Rahasia Kekuatan Kami

keluarga-imad.jpg

Ibu Syahid Imad Mughniyah, komandan Hizbullah mengatakan, “Sejak awal saya berharap anak-anak saya syahid dalam jihad.”

Ibu Syahid Imag Mughniyah dalam wawancaranya dengan Alsharq Alawsat, menyatakan, “Tentu saja saya tidak menginginkan kematian anak-anak saya, namun ini adalah takdir dalam penantian jalan jihad.”

Ibu Haji Ridhwan saat ditanya kapan terakhir kalinya dia melihat anaknya, menjawab, “Terakhir kali saya melihatnya tidak terlalu lama. Sama seperti setiap kali saya melihatnya, pertama saya memeluknya, namun saya sama sekali tidak pernah mengatakan kepadanya tentang kekhawatiran dan kegalauan hati saya mengenai kehidupannya. Saya tahu betul betapa nyawa anak saya senantiasa dalam bahaya, namun kami adalah murid-murid sekolah Karbala. Kami merelakan kesyahidan anak-anak kami di jalan jihad. Siapa yang tidak mengetahui Karbala, niscaya tidak akan pernah mengetahui bahwa rahasia kekuatan kami dalam berjuang dan jihad ada pada gerak di jalan Imam Husein as.”

Mengenai kepribadian syahid Imad Mughniyah ketika masih kecil, ibunya mengatakan, “Kelebihannya yang paling menonjol adalah akhlak, pendidikan, perasaan, agama dan iman. Dari sejak awal masa remajanya, Imad telah menunjukkan rasa tanggung jawabnya di dalam keluarga. Imad selalu menjadi yang terbaik di masa-masa pendidikannya. Setelah menamatkan SMA-nya, Imad sempat setahun belajar di Universitas Amerika Beirut jurusab Managemen Pemasaran. Setelah itu dia bergabung dengan barisan perlawanan menghadapi pendudukan Israel. Sejak kecil dia pendiam dan lebih banyak bekerja. Menurut saya kepribadiannya yang paling menonjol adalah diam dan kecerdasannya”

Ibu Imad Mughniyah melanjutkan, “Pada tahun 1975 kami pindah dari Ras al-Naba’ kami pindah ke desa Thir Daba. Ketika kami tiba di desa ini, kami tidak memiliki apa-apa. Di Thir Daba Imad Mughniyah bekerja di kebun dan ladang yang ada di sana. Dia bekerja dengan gaji dua dolar sehari. Hal itu dilakukannya sambil berpuasa. Gajinya dihadiahkan demi penyempurnaan pembangunan masjid.”

Ibu Imad Mughniyah berkeyakinan, “Bila manusia tidak jujur, dia pasti tidak akan berhasil. Anak saya, Imad, jujur dan berhasil. Imad Mughniyah tidak pernah berbohong. Masalah ini diketahui oleh semua keluarga-keluarga syahid. Syahadah Imad Mughniyah bagi kami adalah sebuah kerugian yang sangat besar. Karena tidak ada seorang pun yang dapat menerima kematian anaknya tanpa alasan.”

Di akhir wawancara tersebut ibu Imad Mughniyah mengatakan, “Alasan kami memilih jihad dan syahadah adalah kezaliman Israel. Kini, selain kezaliman Amerika berada di sisi kezaliman Israel. Oleh karenanya, Israel harus lenyap dari dunia.”

Sumber: Koran IRAN edisi 5 Maret 2008, suplemen Imad Mughniyah hal 10.[infosyiah]

6 Tanggapan to “Ibu Imad Mughniyah: Bergerak dalam Garis Imam Husein as Adalah Rahasia Kekuatan Kami”

  1. Hal yang perlu direnungkan dan di ikuti..

    “Dia bekerja dengan gaji dua dolar sehari. Hal itu dilakukannya sambil berpuasa. Gajinya dihadiahkan demi penyempurnaan pembangunan masjid.”

    “Bila manusia tidak jujur, dia pasti tidak akan berhasil. Anak saya, Imad, jujur dan berhasil. Imad Mughniyah tidak pernah berbohong”

    Sesungguhnya jalan itu sulit dan mendaki….dan hanya orang2 pilihan yang berhasil melewatinya…

  2. Ibu Syahid Imad Mughniyah, komandan Hizbullah mengatakan, “Sejak awal saya berharap anak-anak saya syahid dalam jihad.”

    Sejak awal beliau sudah mendapatkan ridho Ibunya…Ridha Allah fi ridho waliwalidain…dan berada di shiratalladzina an’amta alaihim…

  3. badri said

    Mengenai kepribadian syahid Imad Mughniyah ketika masih kecil, ibunya mengatakan, “Kelebihannya yang paling menonjol adalah akhlak

  4. gandung said

    Dan Ibunya berkata : Kami adalah murid-murid sekolah karbala….

  5. Vendra said

    Sungguh Imad dan ibunya sama-sama dari madrasah al-Husain. Mereka terdidik dengan kedisiplinan dalam akhlak yang tinggi. Jika hidupnya telah dihiasi dengan keindahan akhlak, maka hikmah, keberanian, kejujuran dan keberhasilan tentunya akan selalu menertainya.

    Pelajaran penting bagi kita dan kususnya saya, yang masih jauh dari kontruksi diri atas azas pendidikan dibarak-barak karbala.

  6. Ibu Syahid Imad Mughniyah, komandan Hizbullah mengatakan, “Sejak awal saya berharap anak-anak saya syahid dalam jihad.”

    Semoga Ibu Syahid Imad Mughniyah bisa menjadi teladan bagi Ibu-Ibu yang lain khususnya di Indonesia sebagaimana Ibunda Ismail merelakan buah hatinya Nabi Ismail menjadi qurban ..

    Dan Ibu Syahid Imag Mughniyah menyatakan, “Tentu saja saya tidak menginginkan kematian anak-anak saya, namun ini adalah takdir dalam penantian jalan jihad.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: