Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Imad Mughniyah, Syahid Yang Hidup

Posted by infosyiah pada 1, Maret 28, 2008

Imad Mughniyah, Syahid Yang Hidup

imad-syahid-hidup.jpg

Haji Imad Faiz Muhammad Mughniyah lahir pada bulan Juli tahun 1962 di desa Thir Daba, kota Shur di Lebanon Selatan. Imad Mughniyah lahir dari keluarga miskin namun agamis. Keluarga Imad Mughniyah sama seperti ribuan keluarga Syiah yang hidup di Lebanon Selatan yang miskin harus meninggalkan desanya pindah ke Beirut.

Imad Mughniyah lahir di daerah dekat Palestina pendudukan dan dari dekat dia menyaksikan penderitaan orang-orang Palestina. Itulah mengapa sejak kecil Imad Mughniyah merasa berkewajiban membela hak-hak warga Palestina. Sejak itu pula, dari awal-awal masa remajanya pada umur 16 tahun (1979-1980), Imad Mughniyah ikut Faksi Fatah sebagai salah satu anggota kelompok 17 untuk memperjuangkan idealismenya membela Palestina. Namun Imad Mughniyah mendapati rasa dahaganya akan ajaran agamanya tidak terpenuhi di faksi ini. Imad Mughniyah keluar dari Fatah dan masuk kelompok al-Syabab al-Mu’min (Pemuda Mukmin) yang dipengaruhi pemikiran Revolusi Islam Iran dan Sayyid Husein Fadhlullah.

Pada tahun 1982, Rezim Zionis Israel menyerang Beirut dan mengeluarkan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dari sana. Imad Mughniyah bersama-sama kelompok-kelompok pejuang Lebanon terlibat bentrokan bersenjata dengan militer Israel di daerah Khaldah. Kelompok-kelompok itu dikenal sebagai Kelompok Khomeini. Imad Mughniyah akhirnya ikut dengan kelompok tersebut.

Sejak saat itu, Haji Imad setelah berhasil melakukan operasi-operasi militer menghadapi Israel, dia diangkat sebagai Panglima Pasukan Pengawal para pejabat tinggi Hizbullah. Dan setelah itu, Imad Mughniyah bertanggung jawab melakkukan operasi-operasi khusus Hizbullah.

Pada tahun 1985, Sayyid Husein Fadhlullah diteror dengan mempergunakan bom mobil di daerah Bir al-Abd. Untungnya, nasib baik berpihak pada Sayyid Husein Fadhlullah dan dia selamat dari aksi teror itu. Masih terkait aksi teror itu, saudara Imad, Jihad Mughniyah syahid saat menolong para korban. Setelah aksi teror tersebut, Imad Mughniyah ditugaskan selaku investigator pelaku teror itu. Selain itu di dekade 80-an, Imad Mughniyah berhasil membongkar banyak jaringan spionase di Beirut.

Syahid Imad Mughniyah dibekali kecerdasan luar biasa, percaya diri, waspada, tanggap, dan terkenal sangat berhati-hati dalam memberikan informasi sekecil apa pun. Selain itu, Imad Mughniyah punya keyakinan bahwa Allah lebih kuat dan perkasa ketimbang Israel. Berdasarkan keyakinannya itu, dengan berlandaskan pengalaman yang dimilikinya, Imad Mughniyah berhasil melakukan operasi-operasi yang sangat merugikan Israel dan namanya membuat orang-orang Zionis Israel menjadi ketakutan.

Kerugian besar yang diderita musuh membuat mereka memutuskan untuk menerornya. Rezim Zionis Israel dan Amerika kemudian melakukan propaganda besar-besaran dengan menuduhnya di balik aksi-aksi teror yang tidak pernah dilakukannya. Tuduhan ini membuat Imad Mughniyah dikejar-kejar oleh 42 negara dunia.

Aksi meneror Imad Mughniyah terjadi pada tahun 1994 yang dilakukan dengan bom mobil di daerah Safir di sekitar Selatan Beirut. Namun yang menjadi korban adalah saudaranya Fuad Mughniyah. Setelah aksi teror ini, Imad Mughniyah berhasil melakukan aksi-aksi yang merugikan Badan Intelijen Rezim Zionis Israel, Mossad. Imad Mughniyah berhasil menyeret pelaku teror terhadap dirinya yang berakibat adiknya jadi korban ke Beirut dan berdasarkan putusan pengadilan Lebanon, pelaku tersebut dihukum mati.

Haji Imad Mughniyah tidak pernah bekerja untuk posisi apa pun. Padahal dia berhasil memimpin operasi-operasi khusus Hizbullah, namun semua itu dilakukan dengan keikhlasan kepada Allah. Keikhlasannya membuat hampir 30 tahun dia dicari-cari oleh badan-badan intelijen dunia, namun tidak pernah berhasil menangkapnya. Begitu sulit melacaknya sampai-sampai musuh-musuhnya menyebutnya dengan sebutan serigala.

Demi cintanya kepada Allah dan Ahlul Bait, Imad Mughniyah berbuat demi membebaskan bangsanya dari penjajahan Rezim Zionis. Itulah mengapa Imad Mughniyah selalu siap menghadapi syahadah. Bahkan dapat dikatakan bahwa selama hidupnya, Imad Mughniyah adalah syahid yang hidup.

Pembebasan Lebanon Selatan adalah bukti usaha keras Imad Mughniyah selama seperempat abad. Komandan Hizbullah ini berhasil mendemonstrasikan puncak kekesatriaan, keberanian, keteguhan dan kebijakan dalam perang 33 hari pada musim panas tahun 2006. Perang ini berakhir dengan kekalahan memalukan Rezim Zionis Israel, sebagaimana disebutkan juga dalam laporan Winograd. Kekalahan memalukan militer Israel itu membuat para pejabat senior mereka serius meneror Imad Mughniyah.

Pada akhirnya, darah Haji Imad Mughniyah mengalir, namun tidak membasahi bumi namun berada dalam genggaman Allah, karena Allah menjadi penjaga darahnya. Allah tidak akan membiarkan darah syahadah Imad Mughniyah dikotori. Dan pada puncaknya darah syahadah Imad Mughniyah akan melahirkan ribuan Imad Mughniyah di seluruh dunia.

Sumber: Kantor Hizbullah Tehran, sebagaimana dimuat oleh koran IRAN edisi 5 Maret 2008, suplemen Imad Mughniyah hal 3.[infosyiah]

2 Tanggapan to “Imad Mughniyah, Syahid Yang Hidup”

  1. nilam said

    Semoga kita mampu menjadi salah satu yang termasuk dalam ribuan Imad Mughniyah di seluruh dunia. Amien…

  2. mujianto said

    semoga dengan Imad Mugniyat, akan muncul ribuan imad mugniyat yang yang akan segera menumbangkan kebiadaban Israel laknatullah. Allahu Akbar.3X.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: